Sejarah Animasi Dunia dan Indonesia
Siapa
sih yang tidak kenal film animasi? Film yang dihasilkan oleh rekayasa dari
perangkat lunak computer ini telah menjadi genre film yang diminati oleh banyak
orang. Animasi boleh dibilang menjadi salah satu tambang emas di dunia hiburan.
Film jenis ini selalu mampu meraih jumlah penonton yang besar sekaligus
menyedot keuntungan yang tak sedikit. Bahkan, kini film animasi tidak lagi
diproduksi hanya untuk anak-anak. Sudah ada animasi untuk remaja, bahkan
dewasa. Film animasi “The Simpson” dan “Crayon Shinchan” contohnya. Meskipun
tokoh utamanya juga ada anak-anak, mereka bukanlah tontonan yang ‘pas’ untuk
anak-anak.
Kata animasi berasal dari kata
animation yang berasal dari kata dasar yaitu to anime di dalam kamus Indonesia
inggris yang berarti menghidupkan. Lalu secara umum animasi merupakan suatu
kegiatan menghidupkan, dan menggerakan benda mati. Di dalam animasi tersebut
kita beri dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau hanya
berkesan hidup.
Pada jaman dulu manusia telah
mencoba menganimasi gerak gambar tetapi menggunakan binatang mereka, seperti
yang ditemukan oleh para ahli purbakala di gua Lascaux Spanyol Utara yang
berumur kira-kira dua ratus tahun lebih. Mereka mencoba untuk menangkap gerak
cepat lari binatang, seperti celeng, bison atau kuda, digambarkannya dengan
delapan kaki dalam posisi yang berbeda dan bertumpuk (Hallas and Manvell
1973). Orang Mesir kuno menghidupkan gambar mereka dengan urutan
gambar-gambar para pegulat yang sedang bergumul, sebagai dekorasi dinding.
Dibuat sekitar tahun 2000 sebelum Masehi (Thomas 1958). Lukisan Jepang
kuno memperlihatkan suatu alur cerita yang hidup, dengan menggelarkan gulungan
lukisan, dibuat pada masa Heian(794-1192) (ensiklopedi Americana volume
19, 1976). Kemudian muncul mainan yang disebut Thaumatrope
sekitar abad ke 19 di Eropa, berupa lembaran cakram karton tebal, bergambar
burung dalam sangkar, yang kedua sisi kiri kanannya diikat seutas tali, bila
dipilin dengan tangan akan memberikan santir gambar burung itu bergerak (Laybourne
1978).
Lalu
bagaimana dengan sejarah film animasi di Indonesia? Pada tahun 1955 Indonesia
sudah mampu membuat film animasi seiring dengan munculnya film berjudul “Si
Doel Memilih” karya Dukut Hendronoto. Namun, pada saat itu animasi hanya
digunakan untuk kepentingan politik
saja. Film animasi 2 dimensi tentang kampanye pemilihan umum pertama di
Indonesia itu menjadi awal dimulainya animasi modern di negeri ini.
Awal 70-an,
terdapat studio animasi di Jakarta bernama Anima Indah yang didirikan oleh
seorang warga Amerika. Anima Indah termasuk yang mempelopori animasi di
Indonesia karena menyekolahkan krunya di Inggris, Jepang,Amerika dan lain-lain.
Anima berkembang dengan baik namun hanya berkembang di bidang periklananan saja.
Di tahun 70-an banyak film yang menggunakan kamera seluloid 8mm, banyaknya
penggunaan kamera untuk membuat film tersebut, akhirnya menjadi penggagas
adanya festival film. Di sana terdapat beberapa film animasi seperti Batu Setahun,
Trondolo, Timun Mas yang disutradarai Suryadi alias Pak Raden (animator
Indonesia Pertama).
Era 80-an ini
anggap sebagai kebangkitan animasi Indonesia. Karena terbukti dengan maraknya
film animasi diantaranya rimba si anak angkasa, yang disutradarai Wagiono
Sunarto, “Si Huma” yang merupakan animasi untuk serial TV, dan animasi
PetEra.
Berlanjut ke
tahun ’90-an, di tahun ini bertaburan dengan berbagai film animasi diantaranya
Legenda Buriswara, Nariswandi Piliang, Satria Nusantara (kala itu masih menggunakan
kamera film seluloid 35mm), kemudian ada serial Hela,Heli,Helo yang merupakan
film animasi 3D pertama yang di buat di Surabaya. Tahun 1998 mulai bermunculan
film-film animasi yang berbasis cerita rakyat seperti Bawang Merah dan Bawang
Putih, Timun Mas dan petualangan si Kancil. Di era 90-an ini banyak terdapat
animator lokal yang menggarap animasi terkenal dari jepang seperti Doraemon dan
Pocket Monster.
Pada era
2000-an, diantara sekian banyak studio animasi di Indonesia, Red Rocket
Animation termasuk yang paling produktif. Pada tahun 2000 Red Rocket
memproduksi beberapa serial animasi TV seperti Dongeng Aku dan Kau, Klilip dan
Puteri Rembulan, Mengapa Domba Bertanduk dan Berbuntut Pendek, Si Kurus dan Si
Macan, pada masa ini serial animasi cukup populer karena menggabungkan 2D
animasi dengan 3D animasi. Pada tahun 2003, serial 3D animasi merambah layar
lebar diantaranya Janus Perajurit Terakhir, menyusul kemudian bulan Mei 2004
terdapat film layar lebar 3D animasi berdurasi panjang yaitu Homeland. Film
animasi berdurasi 30 menit itu dianggap sebagai film animasi 3 dimensi yang
pertama di Indonesia dan menjadi awal dari dunia peranimasian di bumi
Nusantara.
Software Animasi
1. Plastic
Animation Paper
Plastic
Animation Paper merupakan aplikasi sederhana, efektif dan salah satu yang
terbaik untuk membuat animasi 2D atau kartun di 2D.
Plastic
Animation Paper menyediakan banyak fitur yang bermanfaat, seperti: menggambar
area, menyisipkan gambar berwarna, menyeting frame
rate, fitur zoom , menambahkan musik, dll.
2. Pencil
Pencil merupakan perangkat lunak
yang memungkinkan kita untuk membuat animasi 2D dengan mudah menggunakan
beberapa alat dan fitur sederhana. Beberapa fitur utamanya adalah: mengatur
frame rate, impor gambar , impor suara, menyisipkan warna, dll.
Pencil dapat mengekspor hasil
animasi dengan format SWF (Flash Video), X Sheet, Movie, dll. Pencil juga
merupakan aplikasi open source, portabel dan cross-platform ( tersedia untuk
Mac, Linux dan OS lainnya).
3. Synfig Studio
Synfig Studio merupakan software
animasi 2D gratis dengan banyak fitur berkualitas. Tampilan utamanya dibagi
menjadi empat jendela yang berbeda antara lain : tools window, navigator
window, editing window, dan parameters window.
Software dapat digunakan secara
efektif untuk menciptakan animasi
bergerak 2D dan film berkualitas tinggi . Synfig Studio
juga merupakan aplikasi open source dan cross-platform (tersedia untuk Mac OS
dan Linux juga).
4. Tupi Open 2D Magic
Tupi Open 2D Magic adalah
program animasi 2D yang menyediakan banyak tools dan fitur yang berguna untuk
membuat animasi 2D.
Beberapa alat untuk membuat
animasi yang berguna: Pencil, Color, Tweening, dll. Tupi Open 2D Magic juga
dapat mengimpor file gambar “SVG” kedalam animasi.
Tupi Open 2D Magic juga dapat
mengekspor animasi untuk berbagai gambar dan file video seperti: Flash video,
MPG, AVI, PNG array, JPG array dll. Tupi Open 2D Magic merupakan palikasi
berkualitas yang Juga tersedia untuk Linux, Mac OS dan lainnya.
5. Vectorian Giotto
Vectorian Giotto adalah
perangkat lunak yang efektif dan kaya fitur untuk menciptakan animasi flash 2D
yang kompleks.
Vectorian Giotto menyediakan
beberapa alat yang sangat berguna, efek dan fitur untuk membuat animasi.
Beberapa alat yang disediakan antara lain : shapes, pencil, brush, text tool,
eye dropper, dll juga dapat menyisipkan gambar, suara, adegan, waktu, dll dalam
animasi.
Perlu diketahui Vectorian Giotto
memiliki ukuran yang cukup kecil dengan file setup hanya sekitar 8 MB.
6. Light Wave
Lightwave 3D merupakan perangkat
lunak computer grafis 3D yang dikembangkan oleh NewTek. Telah digunakan dalam
film, televise, grafis animasi, lukisan matte digital, efek visual,
pengembangan video game, desain produk, visualisasi arsitektur, produksi
virtual, dan video music.
Daftar Pustaka





