PERENCANAAN
STRATEGIS SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS DI KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
KELUARGA BERENCANA)
Kantor
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPPKB) Kabupaten Kepulauan
Anambas merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang pemberdayaan perempuan
dan keluarga berencana. Dalam mejalankan tugas dan fungsinya KPPKB Kabupaten
Kepulauan Anambas berpedoman pada visi dan misi yang telah dirumuskan ke dalam
Dokumen Rencana Strategis Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
2011-2015. Berdasarkan permasalahan, isu strategis dan memperhatikan tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan, maka terdapat strategi dan kebijakan jangka
menengah yang diantaranya memerlukan teknologi dan sistem informasi agar dapat
membantu pencapaian yang lebih optimal. Kebutuhan akan teknologi dan sistem
informasi dipandang perlu karena pada saat ini hampir semua kegiatan yang
dilakukan di KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas masih dilakukan secara
konvensional yang berakibat pada tidak optimalnya pencapaian target dan
kinerja. Pencapaian sasaran dan kinerja yang tidak optimal pada KPPKB Kabupaten
Kepulauan Anambas disebabkan oleh berbagai masalah yang dihadapi di setiap
bidang pekerjaan yaitu dari manajemen, sumber daya manusia, aset, perencanaan,
data dan informasi sampai pengelolaan administrasi. Dari permasalahan yang
telah diketahui di atas, maka solusi yang bisa diberikan adalah perlu dibuat
analisis perencanaan strategis system informasi untuk KPPKB Kabupaten Kepulauan
Anambas yang nantinya dapat memberikan suatu gambaran yang lebih jelas mengenai
perencanaan strategis untuk sistem informasi yang dapat mendukung pencapaian
sasaran dan kinerja KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas yang lebih optimal di
masa yang akan datang.
METODE WARD AND PEPPARD
Model
perencanaan versi Ward and Peppard ini dimulai dari kondisi investasi SI/TI
yang kurang bermanfaat bagi tujuan bisnis organisasi dan menangkap peluang
bisnis, serta adanya pemanfaatan SI/TI yang dapat meningkatkan keunggulan
kompetitif sebuah organisasi. Kurang bermanfaatnya investasi SI/TI bagi
organisasi disebabkan karena perencanaan strategi SI/TI hanya berfokus pada
teknologi dan bukan berdasar kebutuhan bisnis. Metodologi versi ini terdiri
dari tahapan masukan dan tahapan keluaran (Ward & Peppard, 2003). Tahapan
masukan terdiri dari analisis lingkungan bisnis internal, analisis lingkungan
bisnis eksternal, analisis lingkungan SI/TI internal, dan analisis lingkungan
SI/TI eksternal. Tahapan keluaran terdiri dari strategi SI bisnis, strategi TI
dan strategi manajemen SI/TI.
METODE ANALISIS
Pendekatan dalam penelitian ini
berdasarkan pada pendekatan yang dikemukakan oleh Ward & Peppard
(Strategic Planning for
Information Systems, 2003) dengan menggunakan beberapa metode analisis, yaitu
Analisis PEST, SWOT, CSF, Value Chain, dan McFarlan Strategic Grid.
ANALISIS PEST
Analisis
PEST (Political, Economic, Social, Technological) merupakan analisis terhadap
kekuatan eksternal yang dapat mempengaruhi proses bisnis dalam organisasi.
Faktor-faktor analisis ini dapat mengarahkan organisasi pada peluang bisnis
ataupun mengidentifikasikan ancaman potensial sehingga dapat dilakukan upaya
mengurangi efek dari acaman tersebut. Faktorfaktor eksternal yang dianalisis
adalah dari factor politik, ekonomi, sosial dan teknologi.
ANALISIS SWOT
Analisis
SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan
strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).
Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan
misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan (Rangkuti, 2014).
VALUE CHAIN
Analisis
Value Chain untuk memetakan seluruh proses kerja yang terjadi dalam organisasi
menjadi dua kategori aktivitas, yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung.
Mengacu pada dokumen organisasi yang menyebutkan tugas dan fungsi setiap unit
kerja berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap proses kerja yang terjadi
di masing-masing unit kerja (Maryani & Darudiato, 2010), secara diagram
value chain dapat terlihat seperti gambar dibawah ini :
CRITICAL SUCCESS FACTORS (CSFs)
Analisis
CSFs merupakan suatu ketentuan dari organisasi dan lingkungannya yang
berpengaruh pada keberhasilan atau kegagalan. CSFs dapat ditentukan jika
objektif organisasi telah diidentifikasi. Tujuan dari CSFs adalah
menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang
harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan. Peranan CSFs dalam
perencanaan strategis adalah sebagai penghubung antara strategi bisnis
organisasi dengan strategi sistem informasi yang dimiliki, memfokuskan proses
perencanaan strategis system informasi pada area yang strategis,
memprioritaskan usulan aplikasi sistem informasi dan mengevaluasi strategi
sistem informasi (Widyaningsih, 2012), seperti terlihat pada gambar di bawah
ini :
McFARLAN STRATEGIC GRID
McFarlan
Strategic Grid digunakan untuk memetakan aplikasi SI berdasarkan konstribusinya
terhadap organisasi. Pemetaan dilakukan pada empat kuadran (strategic, high
potential, key operation, and support). Dari hasil pemetaan tersebut didapat
gambaran konstribusi sebuah aplikasi SI terhadap organisasi dan pengembangan
dimasa mendatang (Ward & Griffiths, 1996), keempat kuadran tersebut dapat
dilihat pada gambar dibawah ini:
METODE PENELITIAN
Metodologi penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini terdiri dari langkah-langkah berikut:
1. Pendahuluan
Dilakukan studi pustaka dengan
mencari literature atau sumber-sumber pustaka pendukung penelitian yang mampu
memberikan informasi yang memadai dalam menyelesaikan penelitian serta membantu
mempertegas teoriteori yang ada.
2. Pengumpulan
data dan informasi
Melakukan observasi dan
wawancara. Observasi dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung
terhadap suatu objek yang akan diteliti terkait permasalahan yang akan dibahas.
Melakukan Tanya jawab secara lisan dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan
informasi tambahan.
3. Pemahaman
situasi dan kebutuhan
Tujuan dari tahapan ini adalah
untuk mengetahui secara utuh gambaran keadaan proses bisnis dan SI/TI yang ada
saat ini. Selain itu juga harus memahami arah dan kebijakan serta rencana
strategis yang akan diambil oleh KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas untuk masa
yang akan datang. Pada tahapan ini dilakukan analisis terhadap lingkungan
bisnis eksternal, lingkungan bisnis internal, lingkungan bisnis SI/TI
eksternal, lingkungan SI/TI internal serta membuat portofolio aplikasi saat ini
dengan tools analisis PEST, SWOT, CSFs, Value Chain, dan McFarlan Strategic
Grid.
4. Penyusunan
dan penelitian perencanaan strategi SI
Pada tahapan ini menentukan
target dan menyusun strategi SI dari hasil analisis yang telah dilakukan pada
tahapan sebelumnya. Hasil dari tahapan ini adalah rekomendasi strategi SI dalam
bentuk portofolio SI.
HASIL DAN PEMBAHASAN ANALISIS
LINGKUNGAN BISNIS EKSTERNAL ANALISIS PEST
Pada
analisis PEST ditemukan kekuatan eksternal yang mendukung untuk diterapkannya
SI/TI dalam proses bisnis KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas yang meliputi
faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Pemerintah telah mengeluarkan
kebijakan yang mendukung penggunaan SI/TI yaitu INPRES Nomor 3 Tahun 2003
Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government. Kabupaten
Kepulauan Anambas merupakan daerah yang memiliki potensi yang besar dan sedang
meningkatkan infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat. Daerah yang
berkembang diikuti meningkatnya permasalahan sosial maka KPPKB Kabupaten
Kepulauan Anambas berupaya meningkatkan pelayanan. Untuk meningkatkan
pelayanan, pemerintah daerah mulai melirik penggunaan SI/TI.
ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS
INTERNAL ANALISIS SWOT
Setelah
dilakukan analisis SWOT, ditemukan unsur kekuatan, kelemahan, peluang dan
tantangan/ancaman yang dihadapi. Kemudian diambil langkah-langkah strategi yang
intinya adalah sangat memungkinkan mengembangkan dan menggunakan SI/TI dalam
proses bisnis KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mengatasi kelemahan dan
tantangan serta menjawab peluang yang ada.
ANALISIS CSFs
Setelah
mendapatkan tujuan KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas yang ingin dicapai dari
hasil studi pustaka terhadap dokumen rencana strategis KPPKB Kabupaten
Kepulauan Anambas, maka dilakukan analisis untuk mencari dan menentukan faktor
kunci keberhasilan yang harus diambil dan dilakukan agar tujuan bisa dicapai.
Faktor kunci keberhasilan yang ditentukan akan menjadi pertimbangan dalam
menentukan SI/TI yang akan dikembangkan untuk mendukung tercapainya tujuan
KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas. Karena banyaknya tujuan dan factor kunci
keberhasilan yang diambil maka disini hanya memberikan satu contoh faktor kunci
keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu:
Tujuan KPPKB Kabupaten
Kepulauan Anambas :
meningkatkan wawasan tentang
pengarusutaan gender kepada 45 pokja dan 30 lembaga dalam 5 tahun. Faktor kunci
keberhasilan yang diambil adalah melakukan pelatihan dan sosialisasi kepada
aparatur daerah dan masyarakat.
ANALISIS VALUE CHAIN
Setelah
dilakukan analisis value chain didapat mana yang menjadi aktifitas utama dan
aktifitas pendukung pada KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas. Aktifitas pendukung
pada KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas yaitu aktifitas-aktifitas yang dilakukan
pada unit umum dan kepegawaian, keuangan dan program. Aktifitas utama yaitu
aktifitas-aktifitas yang dilakukan pada seksi pemberdayaan perempuan dan
kesejahteraan, seksi keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, seksi
perlindungan dan penyuluhan. Aktifitasaktifitas yang teridentifikasi akan
menjadi pertimbangan terhadap solusi SI/TI yang akan diambil.
ANALISIS LINGKUNGAN SI/TI
EKSTERNAL
Analisis
lingkungan SI/TI eksternal berguna untuk mempertimbangkan dan mengambil peluang
dari teknologi baru dan mengambil langkah pemanfaatan teknologi untuk mendukung
strategis bisnis organisasi di masa yang akan datang. Analisis ini melihat pada
trend teknologi SI/TI untuk mengetahui arah perkembangan teknologi mendatang
dari sisi perangkat keras, perangkat lunak dan jaringan komputer.
ANALISIS LINGKUNGAN SI/TI
INTERNAL
Analisis
lingkungan SI/TI internal mencakup sumber daya SI dalam KPPKB Kabupaten
Kepulauan Anambas. Analisis lingkungan SI/TI internal menggunakan analisis
Portofolio McFarlan. Analisis ini nantinya akan mengkategorikan apakah sebuah
aplikasi masuk dalam kategori high potential, strategic, key operational, atau
support sesuai dengan kontribusi pada proses bisnis pada KPPKB Kabupaten Kepulauan
Anambas.
Setelah dilakukan analisis,
didapat portofolio aplikasi KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini sebagai
berikut:
Terdapat 4 aplikasi yang saat
ini digunakan oleh KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas yaitu 1 terletak pada
kuadran strategic dan 3 terletak pada kuadrankey operational.
STRATEGI
Setelah
dilakukannya serangkaian analisis maka diambil strategi berupa rekomendasi SI
yang bisa dikembangkan untuk membantu mencapai tujuan KPPKB Kabupaten Kepulauan
Anambas sebagai berikut:
SI yang telah ada
1. Situs
Web harus sering di-update dan di upgrade dengan fungsi tambahan.
2. Sistem
Informasi SIMDA Keuangan Ver.2.1. lebih dioptimalkan penggunaannya.
3. Aplikasi
Mutakhir Data Keluarga perlu di-update dengan fungsi tambahan
4. Aplikasi
Barang Milik Daerah lebih dioptimalkan penggunaannya.
SI yang dikembangkan di masa
yang akan datang
1. Sistem
informasi pengelolaan data dan informasi pemberdayaan perempuan dan
kesejahteraan.
2. Sistem
informasi pengelolaan data dan informasi penyuluhan dan perlindungan
3. Sistem
informasi distribusi logistik Alat dan Obat Kontrasepsi (ALOKON)
4. Sistem
informasi pengelolaan data dan pelaporan keluarga berencana dan kesehatan
reproduksi
5. Sistem
informasi presensi pegawai dengan menggunakan perangkat pemindai biometric
6. Sistem
informasi tata naskah dinas elektronik
KESIMPULAN
Setelah
melakukan proses pengolahan data dan analisis terhadap hasil penelitian di
KPPKB Kabupaten Kepulauan Anambas, maka dapat diambil kesimpulan yaitu dengan
menggunakan metode Ward and Peppard, dilakukan analisis lingkungan bisnis
internal, lingkungan bisnis eksternal, lingkungan SI/TI internal dan lingkungan
SI/TI eksternal yang menggunakan tools analisis PEST, SWOT, CFSs, Value Chain
dan McFarlan Strategic Grid maka didapat strategi system informasi untuk
membantu pencapaian tujuan dan meningkatkan kinerja pada KPPKB Kabupaten
Kepulauan Anambas di masa yang akan datang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar